MPJ Regional Probolinggo Sukses Gelar Madrasah Media

Kalikajar | Jum’at (25/11) Media Pondok Jatim Regional Probolinggo Raya sukses mengadakan kegiatan Madrasah Media yang di tuanrumahi oleh Ponpes Nurul Qodim. Kegiatan yang dimulai sejak 07.00 WIB sampai 22.00 WIB tersebut terlaksana di Gedung Autada, Kalikajar.
Madrasah Media adalah salah satu program dari Media Pondok Jatim (MPJ) untuk memberikan pelatihan dalam menyajikan konten di media sosial. Ahmad Yazid Bustomi sebagai ketua MPJ Regional Probolinggo Raya, menyatakan bahwa kegiatan ini baru pertama kali terlaksana di Probolinggo.

Peserta Khusu’ menerima Materi

Madrasah Media Pondok Jatim (MMPJ) untuk sementara menyediakan 4 kelas, diantaranya kelas Desain Grafis, kelas Jurnalis, kelas Fotografi dan kelas Broadcast, yang dikhususkan materi Live Streaming. Dengan tujuan, Penerapan Digitalisasi Dakwah Pesantren.
Kegiatan MMPJ ini diikuti oleh 120 santri dari 30 pesantren yang ada di Probolinggo Raya.

Santri yang mengikuti kelas Desain Grafis, dibimbing oleh Media Pondok Genggong, Santri Design Community, dan Media Syubbanul Muslimin. Santri yang mengikuti kelas Jurnalistik, dibimbing oleh Times Indonesia. Kemudian yang mengikuti kelas Fotografi, dibimbing oleh Photostreet Pasuruan dan Photografer Probolinggo. Manajer Program & Produksi TV Alwafa Tarim Dan Media Ponpes Nurul Jadid membimbing santri yang mengikuti kelas Broadcast/Live Streaming.
Tiap kelas membagi pelatihan menjadi dua sesi. Sesi pertama diisi oleh pemaparan materi. Di sesi ini, setiap tutor memberikan materi terkait desain grafis, jurnalistik, fotografi, ataupun broadcast.
Di sesi selanjutnya, peserta diberi kesempatan untuk langsung praktik setelah mendapat materi, trik dan kiat-kiatnya. Setelah itu, para peserta menyetorkan hasil desain, tulisan, dan foto yang mereka kerjakan selama pelatihan. Di sesi ini, para peserta mendapatkan koreksi serta saran agar materi yang mereka kerjakan menjadi lebih menarik.
Selain pengkajian materi dan praktek, disana juga ada Sharing Season Digitalisasi Dakwah Pesantren, yang diisi oleh Pengurus Pusat dan Regional MPJ. Di akhir penutupan Madrasah Media Pondok JATIM, peserta terbaik dari tiap kelas mendapatkan apresiasi berupa hadiah yang langsung diberikan oleh Panitia dan Pembimbing, yang kemudian dilanjutkan sesi foto bersama.
Semoga dengan diadakan Madrasah media ini dapat merealisasikan seluruh tujuan sebagaimana yang diinginkan.
Tim Genre MPJ SAQA

Rencana Madrasah Media di Rio de Janeiro-nya Indonesia

Jember—Puluhan anggota Media Pondok Jawa Timur (MPJ) Regional Dapil IV sepakat akan menggelar Madrasah Media di bulan Januari tahun depan. Ini diputuskan pada kopdar yang mereka laksanakan Sabtu (03/12) kemarin.

Dalam perkumpulan di Kedai Bintang, Jember, itu, mereka memutuskan Ponpes Al-Qodiri 1 Jember sebagai tuan rumah MMPJ esok. Rencananya, MMPJ itu diselenggarakan pada 7 Januari 2023 mendatang.

Ada tiga kelas madrasah yang akan diambil. Pertama, broadcasting, yang dikhususkan materi live streaming. Kedua, desain grafis. Ketiga, fotografi. Dan keempat, videografi.

Selain membahas rencana pelaksanaan MMPJ, mereka juga membahas permasalahan-permasalahan yang bermunculan di media pesantren masing-masing.

Pelaksanaan MMPJ itu adalah salah satu solusi yang diambil guna mengatasi permasalahan tersebut.

Mereka juga bersepakat untuk melaksanakan pertemuan rutin antar media pesantren di masing-masing kota mereka. Artinya, media pesantren Jember dan Lumajang memiliki agenda tersendiri dalam mengadakan pertemuan. Ini dikarenakan jarak yang terlampau jauh jika memaksakan diri untuk tetap digabungkan.

Namun, ini tidak mengganggu struktur pengurus Media Pondok Jawa Timur Regional Jember-Lumajang. Karena hanya pelaksanaan pertemuan rutin yang dipisah. Dan hasil pertemuan rutin juga akan dilaporkan kepada pengurus. Lagipula kegiatan lainnya, seperti MMPJ, tetap menjadi satu.

Untuk diketahui, komunitas Media Pondok Jawa Timur memiliki 15 kepengurusan regional. Kepengurusan ini dibentuk di hampir tiap kota. Ada beberapa regional yang dibentuk dari beberapa kota yang dijadikan satu. Seperti Dapil IV (Jember-Lumajang), Plat AE, Ojo Lamban, dan lain-lain.][

Bangkitkan Dunia Perfilman Pesantren, Media Pondok Jatim Sukses Gelar Perkemahan Tarbiyah Film

PP. Langitan Tuban, Mediapondokjatim.com

Diera digital ini dakwah melalui media sudah menjadi fardhu ain bagi Pondok Pesantren, salah satunya melalui media film. Atas alasan itulah Media Pondok Jatim menyelanggarakan Perkemahan Tarbiyah Film yang telah sukses terlaksana di Bumi Perkemahan Lamongan.

Sesuai judulnya, Perkemahan tiga hari terhitung mulai 26 sampai 28 Desember ini memberi ilmu kepada santri-santri supaya memiliki skill dalam dunia perfilmaan, dimentori langsung oleh Gus Danial Rifqi, sutradara yang telah memenangkan berbagai penghargaan, baik skala nasional maupun internasional, tentu masih berlatar belakang pesantren.

Suami Ning Fierda Lirboyo ini agak terkaget dengan antusiasme dan kreativitas peserta,
“Saya senang sekali dengan antusiasme peserta, agak kaget sebenarnya, mereka membuat film pendek dalam waktu 6 Jam mereka bisa syuting editing dengan durasi 3 menit dengan hasil yang menghibur sekali filmnya”. Tuturnya selepas acara

Peserta Nampak Menikmati Pelatihan

 

Peraih berbagai penghargaan film nasional maupun internasional ini berharap event seperti ini ada terus setiap tahun, “Supaya filmaker santri bisa terus berkembang dan semoga film bisa menjadj alat dakwah yang efektif dimasa depan.” Pungkasnya

Ahmad Tajuddin Zahro’u atau akrab disapa Kang Ro’u dari tim media Ponpesgasek Malang sebagai ketua Umum MPJ menyatakan event ini baru pertama kali diselenggarakan dan langsung membawa konsep acara yang unik, “Biasanya namanya pelatihan itu kan diruangan indor, seperti yang saya alami, hal itu membosankan, maka dengan konsep baru ini, diharap peserta lebih antusias dan mengena, karena langsung berada setting tempat yang cocok untuk membuat film” Terang admin Kiai Marzuqi Mustamar ini.

Selain itu, Perkemahan Film ini juga masih dalam rangkaian acara MPJ yang lain, tepatnya adalah Festival Media Pondok Jatim, sebuah event akbar yang diadakan tahunan, “Jadi MPJ akhir tahun ini kan juga ada Festival Film, harapan kami, peserta dari tarbiyah film ini pulang, membawa ilmu, praktek, hasilnya dilombakan gitu, jadi bisa dirasakan langsung berbagai pihak terutama keluarga Pesantren sendiri dan masyarakat pada umumnya”. Lanjut Kang Ro’u.

Kang Hamim, sebagai ketua panitia optimistis setelah event ini dunia perfilman Pesantren akan bangkit, “Santri yang selama ini kita kenal sangat kental dengan hal-hal tradisional, setelah adanya event ini harapan kami santri tidak hanya menjadi penikmat film saja, melainkan sebagai pengamat sekaligus pembuat. Melalui langkah tarbiyah film ini, santri selanjutnya bisa mejadi konten kreator yang tetap bernafas dengan asas-asas aswaja” Terang admin media Ponpes Miftahul Hikmah Parengan tuban ini.

Kang Burhanuddin sebagai peserta juga merasa lebih tertantang dengan adanya pelatihan ini, “Ghirah saya dalam dunia perfilman sangat bergairah setelah menerima tarbiyah film ini, saya semakin ttertantang apalagi setelah mendapat ilmu baru ini”. Terang Santri Al-Mahrusiyah asal Tulungagung ini.

Untuk diketahui, event ini hanya diikuti oleh santri dari wilayah Pondok Pesantren di Jawa Timur dengan melalui seleksi terlebih dahulu. Dengan sistem pembelajaran teori, langsung praktik, evaluasi selama tiga hari.