Shalat lima waktu adalah kewajiban bagi setiap umat Islam, bahkan merupakan rukun Islam. Oleh karena itu kita sebagai umat Islam yang mukallaf tidak boleh meninggalkan shalat lima waktu dan tidak boleh melalaikan shalat hingga keluar dari waktunya. Lalu, apa yang harus kita lakukan jika kita melalaikan shalat hingga keluar dari waktunya? Adakah cara yang dapat kita lakukan untuk menebus dosa?
Untuk mengatasi hal tersebut mari kita simak pembahasan ringan tentang cara mengqodho sholat. Mulai dari niat mengqodho sholat, cara mengqodho sholat subuh hingga sholat fardzu yang lain.
Pengertian Qodho
prenagen.com
Mustafa al-Khin dan Musthafa al-Buha dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji’ ala Madzhabi Imam al-Syafi’i (Surabaya Al-Fithrah, 2000), juz I, hal. 110 menjelaskan bahwa qodho adalah sholat yang dilaksanakan di luar waktu. Sebaliknya dari qodho disebut adâ’.
Mengqodho sholat artinya mengerjakan shalat di luar waktu sebenarnya untuk menggantikan shalat yang terlewat. Apakah hukum qodho wajib bagi orang yang meninggalkan shalat? Para ulama membagi ke dalam dua bagian terkait hukum qodho.
Tidak Sengaja meninggalkan Sholat
Dalam keadaan tidak sengaja meninggalkan shalat, seperti karena ketiduran, lupa, pingsan, dan lainnya, maka para ulama bersepakat bahwa hukumnya wajib mengqodha shalat yang terlewat. Berdasarkan sabda Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam
من نام عن صلاة أو نسيها ؛ فليصلها إذا ذكرها
“Barangsiapa yang terlewatkan shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika mengingatnya.” (HR. Al Bazzar13 21, shahih).
Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan menjelaskan, “Orang yang hilang akalnya karena tidur, atau pingsan atau semisalnya, ia wajib mengqadha shalatnya ketika sadar” (Al Mulakhash Al Fiqhi,1/95, Asy Syamilah).
Dan tidak ada dosanya jika hal tersebut bukan karena lalai, karena shalat yang dilakukan dalam rangka qadha tersebut merupakan kafarah dari perbuatan meninggalkan shalat tersebut.
“Barangsiapa yang lupa shalat, atau terlewat karena tertidur, maka kafarahnya adalah ia bekerja ketika ia ingat.” (HR.Muslim no.684).
Dari sini juga kita ketahui bahwa tidak benar kalau kita menganggap jika bangun kesiangan di pagi hari maka tidak perlu shalat shubuh karena sudah lewat waktunya. Ini adalah sebuah kekeliruan!
Sengaja Meninggalkan Sholat
Para ulama berselisih pendapat mengenai orang yang meninggalkan shalat dengan sengaja, apakah termasuk orang yang keluar dari Islam ataukah tidak.
Dan para ulama juga berselisih pendapat apakah shalatnya wajib diqadha ataukah tidak. Pendapat yang rajih dalam hal ini adalah pendapat yang menyatakan shalatnya tidak wajib di-qadha. Imam Ibnu Hazm Al Andalusi mengatakan,
“Adapun orang yang sengaja meninggalkan shalat hingga keluar waktunya, maka ia tidak akan bisa mengqadhanya sama sekali. Maka yang ia lakukan adalah memperbanyak amalan kebaikan dan shalat sunnah. Untuk meringankan beban di hari akhir. Dan kita niatkan untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah Azza wa Jalla.”
Mengqodho sholat harus dilakukan segera ketika teringat dari lupa atau tersadar dari hilang akalnya. Tidak boleh menunda- tunda, harus segera dikerjakan sesegera mungkin. Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda
من نامَ عن صلاةٍ فليصلِّها إذا ذَكرَها
“Barangsiapa yang terlewatkan shalat karena tidur atau karena lupa, maka ia wajib shalat ketika mengingat.”
Sejatinya tidak ada cara khusus untuk mengganti shalat yang terlewat. Artinya, jumlah rakaat serta gerakan-gerakannya masih sama seperti shalat fardhu yang tertinggal itu. Tata cara sholat qadha yaitu disesuaikan pada niatnya saja.
Sujud tilawah adalah bentuk ibadah dalam Islam yang berhubungan dengan bacaan Al-Qur’an. Ibadah ini terjadi saat kita membaca atau mendengarkan ayat-ayat tertentu dari al-qur’an, yakni membaca ayat Al-Qur’an berisi ayat sajdah.
Pada dasarnya tata cara sujud tilawah sama dengan sujud ketika melaksanakan sholat. Sujud ini dilakukan ketika mendengar seseorang membaca Al-Qur’an yang didalamnya terdapat ayat sajdah. Sebelum kita melakukan sujud tilawah ini. kita sebagai seorang muslim harus tahu tata caranya, niat sujud tilawah, dan doa sujud tilawah.
Supaya kalian lebih memahami, mari kita membaca dengan seksama materi tentang tata cara sujud tilawah pada artikel ini.
Pengertian Sujud Tilawah
detik.net.id
Pernahkah kalian pernah menjalankan shalat berjamaah, di mana setelah membaca ayat tertentu, imam langsung sujud tanpa rukuk terlebih dahulu? Hal tersebut dikenal sebagai sujud tilawah, sujud yang dilakukan saat membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dari al-Qur’an yang yakni ayat sajdah.
Oleh karena itu, saat ayat sajdah tersebut dibaca, baik pembaca maupun pendengarnya disunnahkan untuk melaksanakan sujud tilawah, yang dapat dilakukan baik dalam shalat maupun di luar shalat.
Dalil Mengenai Sujud Tilawah
shutterstock.com
Sujud tilawah dilakukan ketika membaca atau mendengar ayat sajdah, ada beberapa riwayat dalam kitab Bulughul Maram, yang menjelaskan bahwa:
وَعَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رصي الله عنه, قَالَ: سَجَدْنَا مَعَ رَسُوْلُ الله صل الله عليه وسلَّم فِيْ إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ وَاقْرَأْ بِسْمِ رَبِّكَ. (رواه مسلمٌ).
“Dari Abu Hurairah ra, ia berkata: “Kami sujud bersama Rasulullah SAW pada surat (Idzas samaa’un syaqqot) Al-Insyiqaq dan (Iqra’ bismi rabbikalladzi khalaq) Al-Alaq”. (HR. Muslim).
Hadits ini adalah dalil tentang Manshuriyah sujud tilawah, dan para ulama sudah berijma’ akan hal tersebut. Hanya saja mereka berselisih tentang kewajibannya. Jumhur berpendapat bahwa sujud tilawah adalah Sunnah, bagi orang yang membaca, dan yang mendengar jika orang yang membaca sujud.
Hadtis lain juga meriwayatkan dalil sujud tilawah, bahwasanya
وَعَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ ري الله عنه قَالَ: قَرَأْتُ عَلَى النَّبِيَّ صل الله عليه وسلَّم النَّجْمُ, فَلَمْ يَسْجُدْ فِيْهَا. (مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ).
“Dari Zaid bin Tsabit ra, ia berkata: “Aku membacakan surat An-Najm kepada Nabi Muhammad SAW, tetapi beliau tidak sujud”. (Muttafaq Alaih).
Hadits ini adalah dalil bahwa hukum melakukan sujud tilawah yaitu sunnah, karena beliau SAW terkadang melakukannya dan terkadang meninggalkannya.
Dilansir dari nu online, ada Hadits riwayat Imam Muslim dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wasallam bersabda:
Artinya: “Ketika anak adam membaca ayat As-Sajdah kemudian ia bersujud maka setan menyendiri dan menangis. Ia berkata, “celaka, anak adam diperintah untuk bersujud dan ia pun bersujud maka baginya surga. Dan aku telah diperintah untuk bersujud namun aku menolak maka bagiku neraka.”
Sebab-sebab Sujud Tilawah
orami.co.id
Sujud tilawah dilakukan ketika kita membaca atau mendengar ayat-ayat tertentu dalam Al-Quran yang disebut ayat sajdah. Terdapat 15 ayat sajdah yang tersebar di 14 surah Al-Quran, dan ketika kita membaca atau mendengar bagian-bagian ini, kita sunnahkan untuk melakukan sujud tilawah.
Adapun 15 ayat sajdah dalam al-quran yang menjadi penyebab dilakukannya sujud tilawah antara lain:
Surat Al-A’raf (surat ke-7) ayat 206.
Surat Ar Ra’d ayat 15.
Surat An-Nahl ayat 50.
Surat Al-Isra ayat 109.
Surat Maryam ayat 58.
Surat Al-Hajj ayat 18.
Surah Furqan ayat 60.
Surat An-Naml ayat 26.
Surat As-Sajdah ayat 15.
Surat surat Fussilat ayat 38.
Surah Sad ayat 24.
Surat An-Najm ayat 62.
Surat Al-Insyiqaq ayat 21.
Surat Al-Alaq ayat 19.
Syarat dan Rukun Sujud Tilawah
pinterest.com
Sujud tilawah adalah bentuk ibadah yang memiliki aturan dan tata cara tersendiri. Sujud tilawah dilakukan karena ketika seseorang membaca atau mendengar ayat-ayat yang menjadi penyebab sujud tilawah, maka sebaiknya mereka memenuhi syarat dan rukun di bawah ini dengan benar.
Syarat-syarat Sujud Tilawah
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan sujud tilawah, syarat sujud tilawah antara lain:
Seseorang berada dalam keadaan suci dari hadats baik hadats kecil maupun besar, pakaian maupun tempat untuk sujud pun juga harus suci.
Wajib menggunakan pakaian yang menutup aurat.
Menghadap kiblat.
Sujud setelah mendengar atau membaca ayat sajdah.
Jika sujud tilawah dikerjakan setelah shalat berjamaah, maka makmum wajib mengikuti imam.
Rukun Sujud Tilawah
Sedangkan, hal yang harus dilakukan ketika sujud tilawah, antara lain:
Niat sujud tilawah, niat yang harus dibaca ketika akan melakukan sujud tilawah.
Artinya: “Aku melakukan sujud tilawah karena allah ta’ala”.
Takbiratul ihram, disunnahkan untuk mengangkat tangan, seperti yang dilakukan pada tata cara sholat fardhu.
Sujud satu kali (sujud tilawah dilakukan sebanyak satu kali).
Duduk sesudah sujud (tanpa membaca tasyahud)
Salam.
Bacaan Sujud Tilawah
istockphoto.com
Perlu diketahui bahwa bacaan saat melakukan sujud tilawah memiliki perbedaan dengan bacaan yang dilakukan dalam shalat. Terdapat beberapa bacaan khusus sujud tilawah yang disarankan untuk dibaca sebagai bagian dari pelaksanaan kewajiban tersebut.
Artinya: “”Wajahku bersujud kepada Allah SWT, Dzat yang menciptakan, yang membentuknya, yang memberi pendengaran juga penglihatan-Nya dengan daya dan kekuatan-Nya, Maha Berkah Allah sebaik-baik pencipta” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Hakim, TIrmidzi, dan Nasa’i).
Makna dari doa sujud tilawah di atas adalah sujud ini mencerminkan pengakuan kebesaran Allah yang menciptakan dunia beserta isi-Nya, yang memberi wujud, serta penglihatan dan pendengaran, yang mengarah pada tahapan awal penciptaan manusia, dan sebagai ungkapan rasa syukur dan taat kepada Allah SWT.
Bacaan Sujud Tilawah
سُبْحَانَرَبِّىَ الأَعْلَى
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Tinggi”. Dibaca 3x.
Dalam kitab Bulughul Maram, disunnahkan juga membaca doa sujud tilawah:
“Ya allah, tulislah untukku dengan sujudku pahala di sisi-Mu dan ampunilah dengannya dosa-dosaku, serta jadikan lah simpanan untukku di sisiMu dan terimalah sujudku sebagaimana Engkau telah menerimanya dari hamba-Mu Dawud”.
Tata Cara Sujud Tilawah
pinterest.com
Berdasarkan penjelasan para ulama mengenai tata cara sujud tilawah, yang bisa kita lakukan baik itu dalam keadaan sholat maupun di luar sholat, berikut penjelasannya.
Ketika sedang shalat
Ketika menjalankan shalat sendiri dan menjumpai bacaan ayat sajdah, disarankan untuk segera menunaikan sujud tilawah tanpa memerlukan langkah-langkah ruku atau i’tidal terlebih dahulu. Setelah menyelesaikan doa atau bacaan yang berkaitan dengan sujud tilawah.
Kemudian kembali ke posisi awal, yakni berdiri, dan melanjutkan pelaksanaan shalat seperti biasa. Nah, bagaimana cara melaksanakan sujud tilawah pada saat sedang salat, adapun pelaksanaan sujud tilawah ketika berada dalam shalat yaitu:
Takbiratul ihram
Sujud untuk melaksanakan sujud tilawah
Takbir untuk bangun dari sujud
Kembali ke posisi semula saat shalat
Melanjutkan kembali bacaan ayat al-quran tersebut
Akan tetapi, ketika mendengar ayat sajdah saat melaksanakan shalat berjamaah ketika menjadi makmum, maka wajib mengikuti imam. Jika pada saat imam membaca ayat sajdah lalu melaksanakan sujud tilawah maka makmum wajib mengikuti imam untuk sujud.
Nah, jadi sujud tilawah dapat dilakukan sendiri maupun berjamaah mengikuti imam ketika sedang shalat, jika pada saat imam membaca ayat sajdah dan tidak melaksanakan sujud, maka makmum pun tidak boleh sujud sendiri tanpa mengikuti imam untuk melanjutkan shalat.
Ketika tidak melaksanakan shalat
Ketika kalian membaca atau mendengar ayat sajdah pada saat tidak sedang melaksanakan shalat maka kalian diperbolehkan untuk tetap melaksanakan sujud tilawah. Nah, bagaimana cara melakukan sujud di luar shalat?
Caranya adalah dengan menyegerakan takbir kemudian melakukan sujud tilawah sebanyak satu kali. Kemudian takbir dan bangun dari sujud. Ada pendapat yang mengatakan bahwa kita boleh melaksanakan sujud tilawah tanpa diawali dengan takbir.
Ketika dalam keadaan tidak shalat, maka disunnahkan untuk berdiri terlebih dahulu kemudian turun untuk sujud tilawah. Jika tidak berdiri terlebih dahulu diperbolehkanlangsung sujud saat posisi duduk.
Hikmah Sujud Tilawah
Nah, setelah kita mempelajari syarat, rukun, tata cara sujud tilawah, banyak yang bisa kita ambil hikmah sujud tilawah setelah mempelajari beberapa materi di atas, antara lain:
Meningkatkan ketaatan dan lebih dekat dengan Allah SWT.
Dijauhkan dari godaan setan dan menghindari segala rayuan dan tipu daya setan.
Menghayati bacaan dan kandungan ayat suci al-qur’an.
Menunjukkan sikap rendah hati juga menghindari sikap sombong dan angkuh terhadap sesame.
Meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT.
Nah, demikian penjelasan mengenai bagaimana cara melaksanakan sujud tilawah, dalam artikel di website ini juga dijelaskan tata cara sujud sahwi, tata cara sujud syukur, tata cara shalat hajat, dan lain-lain. Lebih lengkapnya kunjungi artikel di website media pondok ini. Juga kunjungi kanal media sosial kami di Media Pondok Jawa Timur.
“Bila tujuanmu adalah ingin menggapai langit, letakkan dahimu terlebih dahulu dalam sujud.
Tata cara sholat istikhoroh penting untuk diketahui oleh umat Islam. Sholat istikharah adalah sholat yang dilakukan oleh seseorang ketika dihadapkan pada pilihan yang meragukan. Sehingga tata cara sholat istikhoroh menjadi sangat berguna baginya. Mereka juga bisa mendapatkan dan merasakan manfaat sholat istikharah.
Pengertian Sholat Istikharah
Sholat istikharah adalah sebuah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam untuk memohon petunjuk dari Allah Swt. agar diberikan jalan yang terbaik, baik itu terkait dengan pekerjaan, pernikahan, studi, bahkan sholat istikharah jodoh atau hal lainnya.
Kitab Hasyiyah I’anah al-Thalibin, Syekh Abu Bakar Syatha menjelaskan, bahwa sholat ini perlu diulang sampai benar-benar datang petunjuk Allah.
ويكررها إلى أن ينشرح صدره لشئ، ثم يمضي فيما انشرح له صدره
“Sholat ini diulang sampai hati diberikan petunjuk atas sesuatu. Kemudian melaksanakan apa yang telah ditunjukkan kepada hati.”
Dasar dan Hukum Sholat Istikharah
pinterest.com
Hukum melaksanakan sholat istikharah adalah sunnah. Sebagaimana Imam al-Ghazali menjelaskannya dalam kitab Ihya’ Ulumuddin, yakni siapapun yang sedang menghadapi keraguan atas sebuah perkara dan tidak tahu akibat baik buruknya.
Maka, dianjurkan melaksanakan shalat istikharah seperti yang telah diajarkan oleh Nabi Muhammad dalam riwayat Jabir berikut ini.
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُعَلِّمُنَا الاسْتِخَارَةَ فِي الأُمُورِ كُلِّهَا كَمَا يُعَلِّمُنَا السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ يَقُولُ إذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
“Rasulullah saw. mengajari kami (para sahabat) untuk sholat istikharah ketika menghadapi setiap persoalan, sebagaimana beliau mengajari kami semua surat dari Al-Qur’an.”
Beliau bersabda, “Jika kalian ingin melakukan suatu urusan, maka kerjakanlah shalat sunnah dua rakaat selain sholat wajib.”
Dalam riwayat lain, Nabi Muhammad pernah bersabda,
إذا هم أحدكم بأمر فليصل ركعتين ثم ليسم ويدعو
“Jika kalian ragu atas sebuah perkara, maka sholatlah dua rakaat, lalu sambutlah dan berdoalah.”
Manfaat Sholat Istikharah
shutterstock.com
Sholat istikharah adalah sarana untuk memperoleh petunjuk langsung dari Allah Swt. Manfaat dan keutamaan sholat istikharah adalah memperlihatkan ketergantungan yang utama kepada Allah Swt. serta meyakini bahwa hanya Dia yang memiliki kuasa atas segala hal.
Dengan menjalankan sholat istikharah dengan penuh keikhlasan, umat Islam percaya bahwa Allah akan memberikan petunjuk yang terbaik sesuai dengan kehendak-Nya. Sehingga bisa terhindar dari bisikan setan, mendapatkan kemantapan hati,dan memberikan ketenangan batin.
“Jangan menunda pekerjaan hingga esok hari, jika masih bisa mengerjakannya hari ini.”
Waktu Sholat Istikharah
detik.net.id
Waktu sholat istikharah jam berapa? Sholat istikharah bisa dilakukan kapan saja sama seperti sholat taubat dalam keterangan tata cara sholat taubat kecuali pada waktu yang diharamkan untuk melakukan sholat.
Seperti pada waktu terbitnya matahari, tenggelamnya matahari, dan saat sholat wajib dilakukan (setelah shubuh hingga terbitnya matahari, setelah ashar hingga terbenamnya matahari). Lebih baik dilakukan di waktu-waktu terakhir sebelum tidur malam.
Rakaat Sholat Istikharah
Sholat istikharah berapa rakaat? Sholat istikharah terdiri dari dua rakaat seperti sholat dhuha dan tahajjud dalam tata sholat dhuha dan tata sholat tahajjud, hanya saja pada sholat dhuha ada batasan jumlah sampai 12 rakaat.
Niat Sholat Istikharah
Sebelum memulai sholat istikharah, tentukan niat dalam hati untuk melakukan sholat istikharah dua rakaat sebagai sarana meminta petunjuk dari Allah dalam mengambil keputusan. Niat sholat istikharah 2 rakaat sebagaimana berikut;
“Saya niat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala.”
Tata Cara Sholat Istikhoroh
detik.net.id
Tata cara sholat istikhoroh agak berbeda dengan tata cara sholat idul fitri (internal link; tata-cara-sholat-idul-fitri), yakni dalam sholat idul fitri ada 7 takbir pada rakaat pertama dan 5 takbir pada rakaat kedua ditambah khutbah, sedangkan pada sholat istikharah hanya 1 kali takbir dan tanpa khutbah.
Adapun tata caranya sebagai berikut:
Niat
Takbiratul ihram
Membaca doa iftitah, surah Al-Fatihah dan surah pendek dalam Al-Qur’an
Rukuk
Iktidal
Sujud
Duduk di antara dua sujud
Bangun dari sujud dan melanjutkan rakaat kedua seperti rakaat pertama
Tasyahud akhir
Salam
Membaca doa sholat istikharah
Doa Sholat Istikharah
Setelah menyelesaikan dua rakaat sholat istikharah, bacalah doa. Berikut ini adalah doa sholat Istikharah dan artinya;
Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang
Segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon pilihan kepada-Mu dengan ilmu yang Engkau miliki.
Aku memohon kekuatan kepada-Mu dengan kekuasaan yang Engkau miliki, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia yang besar dari-Mu. Karena sesungguhnya Engkau mampu sedangkan aku tidak mampu, dan Engkau mengetahui sedangkan aku tidak mengetahui.
Engkaulah yang Maha Mengetahui tentang hal-hal yang ghaib. Ya Allah, jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini (sebutkan urusanmu) adalah lebih baik bagiku dalam urusanku, agamaku, kehidupanku, dan akhiratku, baik dalam urusan dunia dan urusan akhiratku.
Maka takdirkanlah untukku, permudahlah jalannya bagiku, dan berikanlah keberkahan padanya. Namun jika Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhiratku, baik dalam urusan dunia maupun urusan akhiratku.
Jauhkanlah aku daripadanya, dan jauhkanlah urusan itu dariku. Tetapkanlah untukku kebaikan di mana pun keberadaannya, dan jadikanlah aku ridha dengan takdir-Mu.
Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya, serta segala puji hanya milik Allah Tuhan semesta alam.
Penutup
Pembaca yang budiman, demikianlah tata cara sholat istikhoroh, niat dan doa shalat istikharah mohon petunjuk. Semoga sholat istikharah menjadi sarana bagi kita untuk mendapatkan keputusan terbaik dalam hidup ini, sesuai dengan kehendak Allah Swt.
Simak kabar tentang pesantren di Jawa Timur di kanal media sosial kami, Media Pondok Jawa Timur.
Tata Cara Sholat Fardhu penting untuk kita ketahui. Sholat fardhu atau sholat 5 waktu merupakan kewajiban bagi setiap umat Islam yang baligh dan berakal sesuai syarat sah sholat.
Sesuai dengan rukun islam yang kedua yaitu mendirikan sholat. Sholat 5 waktu terdiri dari sholat subuh, dhuhur, asar, maghrib, dan isya.
Nah, sebagai umat muslim, kita harus mengetahui bagaimana tata cara sholat fardhu yang benar menurut syariat Islam, mulai dari bacaan sholat yang benar menurut ajaran Islam, dilengkapi dengan penjelasan tentang tata cara sholat fardhu dan bacaannya.
Sumber: sudahbaca.com
PENGERTIAN SHOLAT FARDHU
Sebelum mempelajari tata cara sholat fardhu, alangkah baiknya kita pelajari dulu pengertian sholat fardhu.
Menurut Bahasa, sholat berasal dari Bahasa arab yang berarti do’a, maksudnya adalah berdo’alah kepada Allah untuk kebaikan. Dalam surat At-Taubah ayat 103 dijelaskan.
“Dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketentraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Sedangkan menurut istilah, sholat merupakan ungkapan untuk perbuatan-perbuatan yang sudah diketahui, firman Allah menjelaskan.
“Dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah”.
Macam-macam Sholat Fardhu
Nah, kalian sudah tau kan pengertian sholat fardhu. Sholat fardhu atau yang lebih dikenal dengan sholat wajib 5 waktu itu wajib hukumnya bagi umat Islam, tiangnya agama, dan merupakan ibadah yang dihitung pertama kali di akhirat. Sholat 5 waktu terdiri dari.
Sholat subuh yang dikerjakan sejak terbit fajar sodiq sampai terbitnya matahari, terdiri dari 2 rakaat disertai qunut.
Sholat dhuhur terdiri dari 4 rakaat. Dikerjakan ketika matahari condong ke barat sampai panjang bayangan sama dengan panjang benda.
Sholat ashar, terdiri dari 4 rokaat, dikerjakan ketika bayangan lebih panjang dari benda sampai terbenamnya matahari.
Sholat maghrib, terdiri dari 3 rakaat, yang dikerjakan setelah tenggelamnya matahari sampai hilangnya sinar merah di langit.
Sholat isya, terdiri dari 4 rakaat, dikerjakan ketika telah hilang sinar merah di langit sampai terbitnya fajar.
Setelah mempelajari pengertian sholat fardhu, macam-macam sholat fardhu, selanjutnya akan kita bahas mengenai syarat sah sholat fardhu.
SYARAT SAH SHOLAT FARDHU
Terdapat beberapa syarat sah sholat yang dilakukan sebelum ibadah sholat. Jika tidak bisa memenuhi persyaratan tersebut, maka sholatnya menjadi tidak sah. Berikut penjelasannya,
Suci dari hadas besar dan kecil dan najis. Oleh karena itu, sebelum sholat kita harus memastikan bahwa diri atau badan kita sudah suci dari segala bentuk hadas dan najis.
Menutup aurat dengan pakaian yang suci.
Dijelaskan dalam kitab fiqh, aurat laki-laki dari pusar sampai lutut. Sedangkan untuk perempuan auratnya adalah seluruh bagian tubuh kecuali telapak tangan dan wajah, merujuk pada hadis di bawah ini.
“Dari Aisyah ra, dari Nabi saw, beliau bersabda, “Allah tidak menerima shalat wanita yang telah haid (baligh) kecuali dengan memakai penutup kepala”.
Berada di tempat yang suci.
Menghadap kiblat. Di Indonesia, MUI (Majelis Ulama Indonesia) menyatakan bahwa kiblat shalat muslim yakni menghadap ke arah barat, alasannya karena posisi geografis Indonesia berada di bagian timur ka’bah atau Makkah.
Telah masuk waktu sholat (ditandai dengan adzan). Apabila ada kaum muslimin yang mengerjakan sholat sebelum waktunya, maka sholat tersebut tidak sah dan dia harus mengulang kembali sesuai dengan waktu yang ditentukan.
Mengetahui rukun-rukun sholat.
Nah, alhamdulillah kita sudah mengetahui apa saja syarat sah sholat. Lalu, bagaimana tuntunan tentang hal-hal terkait sholat, misalnya wudhu, tata cara tayammum, tata cara sujud sahwi, dan tata cara sujud syukur? InsyaAllah akan kita bahas selanjutnya, ya!
RUKUN SHOLAT FARDHU
Yang dimaksud dengan rukun sholat adalah perkara yang wajib dilakukan dalam ibadah sholat. Ada beberapa rukun sholat yang wajib kalian ketahui, berikut penjelasanya.
Niat
Berdiri bagi yang mampu
Takbiratul ihram
Membaca surat alfatihah di setiap rakaat
Ruku’ dan tuma’ninah
I’tidal dan tuma’ninah
Sujud dan tuma’ninah
Duduk di antara dua sujud dan tuma’ninah
Duduk tasyahud akhir
Membaca tasyahud akhir
Membaca sholawat nabi saw
Membaca salam pertama
Tertib
BACAAN NIAT SHOLAT FARDHU
Seperti yang sudah dijelaskan diatas tentang waktu sholat 5 waktu, kita lanjutkan pembahasannya tentang bacaan niat sholat 5 waktu. Untuk lebih jelasnya tetap di halaman ini ya.
Sholat Subuh
Merujuk pada website NU Online dijelaskan bahwa Subuh secara bahasa adalah awal siang (awwal an-nahar). Waktu mengerjakannya, sejak terbitnya fajar shadiq sampai terbitnya matahari. Jumlah rokaatnya pun juga paling sedikit yaitu 2 rokaat. Untuk sholat subuh, berikut bacaan niatnya.
Artinya: “Aku niat sholat fardhu subuh dua roka’at menghadap kiblat, tepat waktu karena Allah ta’ala.”
Ada kesunnahan yang bisa dilakukan ketika sholat shubuh, yaitu membaca qunut. Pendapat ulama syafi’I menggolongkan bahwa qunut termasuk Sunnah ab’ad, yang mana jika lupa dan tidak membacanya maka disunnahkan baginya untuk sujud sahwi. Adapun bacaan qunut tersebut adalah.
Artinya: “Ya Allah, berilah aku petunjuk seperti mereka yang telah Engkau beri petunjuk. Berilah aku kesehatan seperti orang yang telah Engkau berikan kesehatan.
Peliharalah aku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau lindungi. Berilah berkah pada segala yang telah Engkau berikan kepadaku.
Selamatkanlah aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Engkaulah yang menentukan dan tidak ada yang menghukum atas engkau.
Sesungguhnya tidaklah hina orang yang Engkau berikan kekuasaan. Dan tidaklah mulia orang yang Engkau musuhi. Maha Berkahlah Engkau wahai Tuhan kami dan Maha Luhur Engkau.
Segala puji bagiMu atas apa yang Engkau pastikan. Aku memohon ampun kepada-Mu dan bertaubat kepada-Mu. Semoga Allah mencurahkan rahmat dan karunia atas junjungan kami Nabi Muhammad SAW, keluarga, dan para sahabatnya.”
Sholat Dhuhur
Sholat dhuhur dikerjakan pada siang hari atau di waktu terang, arti dari dhuhur sendiri adalah terang atau jelas. Tepatnya ketika matahari condong ke barat sampai panjang bayangan sama dengan panjang benda tersebut.
Jumlah rokaat pada sholat dhuhur ini adalah 4 rokaat dengan 2 tahiyat, tahiyat awal dan tahiyat akhir. Adapun niat sholat dhuhur adalah
Artinya: “Aku niat sholat fardhu dhuhur empat roka’at menghadap kiblat, tepat waktu karena Allah ta’ala.”
Ketika menjadi makmum, sebelum lafadz لله تَعَالى ditambah lafadz ma’muman. Dan jika menjadi imam, maka ditambah dengan kata imaman.
Sholat Ashar
Terdiri dari 4 rokaat dengan dua tahiyat, dikerjakan ketika bayangan lebih panjang dari benda sampai terbenamnya matahari. Bacaan niatnya di bawah ini.
Artinya: “Aku niat sholat fardhu ashar empat roka’at menghadap kiblat, tepat waktu karena Allah ta’ala.”
Sholat Maghrib
Pada laman rumasyo, dijelaskan bahwa sunnah mengerjakan sholat maghrib di awal waktu. Sholat maghrib terdiri dari 3 roka’at dengan dua tahiyat. Pelaksanaannya dimulai ketika matahari tenggelam, dan waktu akhirnya adalah sampai hilangnya cahaya merah di ufuk barat.
Artinya: “Aku niat sholat fardhu maghrib tiga roka’at menghadap kiblat, tepat waktu karena Allah ta’ala.”
Sholat Isya’
Nah, sholat isya merupakan sholat fardhu yang dilakukan setelah cahaya mega merah hilang sampai terbit fajar shodiq. Jumlah rakaatnya ada 4 dengan dua tahiyat, berikut niat sholat isya’.
Artinya: “Aku niat sholat fardhu maghrib tiga rakaat menghadap kiblat, tepat waktu karena Allah ta’ala.”
TATA CARA SHOLAT FARDHU DAN DOANYA
Pada umumnya, sholat fardhu lima waktu ini pelaksanaannya sama antara satu dengan yang lainnya, yang berbeda hanya pada niat, jumlah rakaat dan waktu. Berikut ini penjelasan tata cara sholat dan doa yang benar sesuai dengan urutannya. Jangan sampai salah ya!
1. Takbirotul Ihrom
Gerakan ini wajib dilakukan ketika pertama kali akan melakuan sholat, dengan mengucapkan kalimat Allahu akbar.
Ketika mengucapkan kalimat tersebut, orang yang hendak sholat harus sudah dalam posisi berdiri, menghadap kiblat, minimal bisa didengar oleh dirinya sendiri, dan dibarengi dengan hati yang membisikkan niat sholat.
2. Membaca Do’a Iftitah
Setelah melakukan takbir pertama, maka tangan disedekapkan pada dada kemudian membaca doa iftitah.
Selanjutnya adalah membaca surat Al-Fatihah, membaca surat al fatihah hukumnya wajib pada setiap rakaat, ya. Jika tidak bisa maka cukup dengan berdiam yang lamanya seperti orang membaca surat al-fatihah.
4. Ruku’ dan I’tidal
Dalam tata cara sholat yang benar, kita harus melakukan rukuk setelah selesai membaca al-fatihah dan surat pendek sambil membaca.
سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ وَبِحَمْدِهِ
Artinya: “Maha suci Allah yang Maha Agung dengan segala pujianNya”
Bacaan tersebut dibaca sebanyak 3 kali. Setelah ruku’ melakukan gerakan I’tidal sekaligus mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga dan berdiri tegak, seraya mengucapkan.
سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ
Artinya: “Semoga Allah mengabulkan panjatan doa hamba yang memuji-Nya”.
Artinya: “Wahai Tuhan kami, segala puji bagi-Mu, sepenuh langit dan sepenuh bumi dan sepenuh apa-apa yang Engkau kehendaki setelah itu.”
5. Sujud dan Duduk di Antara Dua Sujud
Cara melakukan sujud adalah dengan meletakkan kedua telapak tangan dan menempelkan dahi serta hidung pada sajadah. Adapun bacaan sujud yang harus dibaca ada di bawah ini.
(3x) سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ
Kemudian, setelah sujud selanjutnya duduk di antara dua sujud, bacaannya adalah sebagai berikut.
Gerakan sholat pada tasyahud awal dilakukan pada rakaat kedua pada sholat dhuhur, asar, maghrib dan isya’. Hendaklah kita menegakkan jari telunjuk kanan, hal ini juga berlaku pada tahiyat akhir.
Cara duduk pada tahiyat akhir adalah dengan menegakkan kaki kanan dan memasukkan kaki kanan di bawah paha dan betis kanan, lalu pantat sebelah kiri duduk menyentuh langsung ke lantai, dan jari-jari mengarah ke kiblat. Adapun bacaan tasyahud akhir adalah berikut ini;
Selesai tahiyat akhir kemudian membaca salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri sambil membaca, “Assalamualaikum waramatullah.”
Nah itu tadi tata cara sholat fardhu yang runtut sesuai dengan tuntunan Islam. Adapun tata cara sholat hajat, tata cara sholat dhuha, dll akan dibahas di artikel yang berbeda, ya!
Semoga artikel ini bermanfaat! Stay tune di website Media Pondok Jatim untuk informasi dan edukasi keislaman lainnya. Salam.