Amalan Malam Jumat

Kata siapa amalan malam Jumat hanya untuk pasangan suami-istri saja? Kalau teman kalian bilang kayak gini, jangan dengerin.

Amalan malam Jumat terlalu luas kalau cuma dianggap sebagai malam khusus bagi pasangan suami-istri. Banyak keutamaan malam Jumat yang diberikan Allah Swt. Salah satunya adalah malam Jumat diberi kemuliaan yang sama dengan kemuliaan hari Jumat.

Karena itu, Rasulullah mengajarkan umatnya banyak amalan yang bisa dilakukan di malam Jumat. Amalan malam Jumat ini pun bisa dilakukan siapa saja. baik statusnya sudah menikah atau belum. Pria ataupun wanita. Apa saja itu?

amalan malam jum'at
Sumber: Muslimkita.com

Amalan Malam Jumat 1: Memperbanyak Dzikir

Di dalam kitab ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah disebutkan, malam Jumat dan hari Jumat adalah waktu yang mulia. Bahkan, di malam dan hari Jumat, ada satu waktu yang sangat istimewa. Di mana waktu itu adalah waktu mustajab.

Ada banyak amalan malam Jumat yang bisa kita lakukan untuk memanfaatkan waktu mustajab itu.

Waktu mustajab adalah waktu yang jika doa kita lantunkan di waktu itu, maka akan mudah dikabulkan. Waktu yang jika taubat kita lakukan di waktu itu, maka akan mudah diterima oleh Allah Swt.

Di antara dzikir malam Jumat yang disunnahkan untuk amalan malam Jumat adalah sebagai berikut:

  1. Istighfar
  2. Shalawat

Membaca Istighfar Malam Jumat

Said bin Musayyab, seorang tabiin, meriwayatkan hadis dari Abu Hurairah. Hadis itu berisikan keistimewaan membaca istighfar menjadi dzikir malam Jumat.

عَنِ النَّبِيّ قَالَ فِي يَوْمِِ الْجُمْعَةِ سَاعَةٌ لَايُوَافِقُهَا عَبْدً يَسْتَغْفِرُ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ إِلَّا غَفَرَ لَهُ فَجَعَلَ النَّبِي يُقَلِّلُهَا بِيَدِهِ

Dari Nabi Muhammad saw., beliau berkata ‘Di dalam hari Jumat ada satu waktu yang tidak ada hamba yang memohon ampun kepada Allah di dalam waktu itu, kecuali Allah akan mengampuninya.’ Nabi Muhammad saw. lalu mengisyaratkan sedikitnya waktu itu dengan tangan beliau.

Hadis di atas menunjukkan salah satu sunnah rasul malam Jumat adalah beristighfar.

Istighfar adalah memohon ampunan kepada Allah. Paling sedikitnya istighfar adalah dengan membaca kalimat astaghfirullahal ‘adzim.

Salah satu keutamaan istighfar dengan kalimat ini adalah didekatkan dengan rezeki. Rezekinya menjadi lancar. Beberapa ulama menjadikan bacaan istighfar menjadi salah satu amalan pelunas hutang (internal link: amalan-pelunas-hutang).

Bacaan Sayyidul Istighfar

Atau, jika ingin beristighfar dengan bacaan yang paling utama, kita bisa membaca doa sayyidul istighfar. Berikut bacaan doa sayyidul istighfar.

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ. أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ. أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ. وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ. فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ

Allahumma anta robbiy. Laa ilaaha illaa anta. Kholaqtaniy wa anaa ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas tatho’tu. A’uudzu bika min syarri maa shona’tu. Abuu u laka bini’matika ‘alayya. Wa abuu u bidzanbiy. Faghfirliy. fainnahuu laa yaghfirud dzunuuba illaa anta.

Artinya: Duhai Allah. Engkau adalah tuhanku. Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau. Engkau menciptakan aku. Aku adalah hamba-Mu, aku terikat dalam perjanjian-Mu, sekuat kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan-keburukan yang telah kulakukan. Dan aku mengakui segala nikmat yang Engkau berikan kepadaku, sebagaimana aku juga mengakui dosa-dosaku. Maka ampunilah diriku. Sungguh, tidak ada Dzat yang mengampuni dosa-dosa kecuali Engkau.

Kapan Sebaiknya Membaca Istighfar sebagai Amalan Malam Jumat?

Tidak ada yang mengetahui persisnya waktu yang disebutkan oleh Rasulullah saw. itu. Apakah setelah shalat Maghrib, setelah shalat Isya’, setelah shalat Tahajjud, atau di waktu lain.

Karenanya, kita hendaknya memperbanyak istighfar di waktu manapun. Sambil berharap ada lantunan istighfar kita yang menepati waktu mustajab itu.

Mengenai jumlah istighfar yang harus dibaca, tidak ada tuntunan pasti berapa kali istighfar dalam amalan malam Jumat. Kita bisa membaca istighfar berapapun sesuka kita.

Jika setiap harinya kita membaca seratus kali, idealnya kita menambah jumlah bacaan dari setiap harinya. Misalnya, nih, kita membaca 200 kali, 300, 400, dan seterusnya.

Semakin banyak jumlah istighfar yang kita baca, semakin besar peluang kita untuk mendapatkan waktu mustajab. Jika kita mendapatkan waktu mustajab, kita akan semakin dekat dengan ampunan dari Allah. Amiin.

Tentu kita akan mendapatkan pahala yang banyak sekali jika memperbanyak dzikir di malam Jumat. Apalagi, jika kita menghiasi hari Jumat dan malam Jumat dengan bacaan  dzikir pagi dan petang.

Memperbanyak Bacaan Shalawat

Bacaan shalawat adalah bacaan yang paling disunnahkan untuk dibaca dalam amalan malam Jumat.

Karena Rasulullah saw. sendiri yang memerintahkan kita untuk memperbanyak bacaan shalawat malam Jumat. Perintah Rasulullah saw. untuk membaca sholawat malam Jumat ada di dalam hadis berikut.

إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمُ الْجُمْعَةِ فَاكْثِرُوْا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ فِيْهِ

Sungguh hari yang paling utama dari hari-hari kalian adalah hari Jumat. Maka perbanyaklah bershalawat kepadaku di hari itu.”

Di dalam hari biasa, pahala orang bershalawat sangat besar. Rasulullah saw. bersabda,

“Siapa orang yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali saja, maka Allah akan memberikan balasan shalawat baginya sebanyak sepuluh kali lipat.”

Apalagi shalawat yang kita lantunkan di malam Jumat. Malam yang mulia. Malam yang keutamaan hari Jumat juga menjadi keutamaannya. Keutamaan malam Jumat lebih besar daripada malam hari lainnya.

Bacaan Shalawat Jibril

Adapun bacaan shalawat yang bisa kita baca di malam Jumat ada banyak sekali. Kita bisa membaca bacaan shalawat Jibril. Teks shalawat Jibril adalah seperti di bawah ini

صَلَّى اللهُ عَلَى مُحَمَّدٍ

Shallallaahu ‘ alaa muhammad

Bacaan shalawat Jibril ini kita baca berulang-ulang. Bisa shalawat 100 kali, 200 kali, 1000 kali. Pokoknya kita baca sebanyak mungkin.

Kalau membaca shalawat nabi yang lain, boleh? Boleh banget. Kita bisa membaca macam-macam shalawat yang lain. Seperti shalawat fatih, shalawat thibbil qulub, shalawat munjiyat, dan sebagainya.

Salah satu keutamaan shalawat nabi adalah ini termasuk bacaan dzikir supaya hati tenang. Dengan membiasakan diri membaca shalawat, hati kita akan mudah untuk ditenangkan. Hari-hari akan kita lampaui dengan hati yang lapang.

Amalan Malam Jumat 2: Membaca Surat-surat Pilihan

Syaikh Yahya bin Syaraf an-Nawawi menjelaskan, bahwa di antara keistimewaan malam Jumat adalah disunnahkan untuk memperbanyak bacaan ayat-ayat Al-Qur’an.

Jadi, membaca Al-Qur’an termasuk bacaan malam Jumat yang tidak boleh kita lewatkan. Kita bisa memilih membaca surat apapun di dalam Al-Qur’an. Boleh untuk meneruskan bacaan di hari sebelumnya. Atau mengawali dari juz pertama. Atau membaca surat-surat pilihan.

Ada beberapa surat di dalam Al-Qur’an yang termasuk di dalam surat-surat pilihan. Sebagian ulama menyebutnya sebagai sab’ul munjiyat. Sab’ul munjiyat artinya adalah tujuh surat penyelamat. Surat-surat yang termasuk surat sab’ul munjiyat antara lain:

  1. Surat Sajdah
  2. Surat Fusshilat
  3. Surat ad-Dukhan
  4. Surat Yasin
  5. Surat Waqi’ah
  6. Surat al-Hasyr
  7. Surat al-Mulk

Kapan Waktu Terbaik Membaca Surat Yasin dan Surat Pilihan Lain?

Yang sering kita temui di dalam masyarakat, adalah rutinan membaca surat Yasin di setiap malam Jumat. Atau sering disebut dengan Yasinan malam Jumat. Tentu saja rutinan ini adalah cara untuk beribadah yang baik.

Dengan merutinkan membaca surat Yasin, maka dengan sendirinya kita akan merasa ringan untuk membacanya. Bahkan, dengan sendirinya kita akan hafal surat Yasin, meski tanpa usaha keras untuk menghafal.

Selain tujuh surat di atas, ada tuntunan khusus untuk membaca surat al-Kahfi di malam Jumat. Imam Syafi’i berpendapat di dalam kitabnya, Al-Umm:

وَ اسْتُحِبَّ قِرَاءَتُهَا أَيْضًا فِي لَيْلَةِ الْجُمْعَةِ

Juga sangat dianjurkan membaca surat al-Kahfi di malam Jumat.”

Imam Syafi’i juga berpendapat bahwa membaca surat al-Kahfi juga bisa diamalkan sebagai amalan hari Jumat.

Dengan membacanya, kita akan mendapatkan keutamaan surat al-Kahfi. Rasulullah saw. bersabda tentang keutamaan surat al-Kahfi ini.

مَنْ قَرَأَ سُوْرَةَ الْكَهْفِ لَيْلَةَ الْجُمْعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّوْرِ مَا بَيْنَهُ وَبَيْنَ الْبَيْتِ الْعَتِيْقِ

Siapa orang yang membaca surat al-Kahfi di malam Jumat, Allah akan memberinya cahaya yang meneranginya  antara dia dengan bait al-’atiq (rumah merdeka)—Ka’bah.”

Demikian amalan malam Jumat yang bisa kita lakukan. Sangat sederhana. Sangat ringan untuk dikerjakan. Tetapi pahalanya sangat besar kita terima.

Referensi

Syaikh Abi Zakaria Yahya bin Syaraf an-Nawawi. Al-Adzkar. Beirut: Dar as-Syaraf al-’Arabi.

Abu Bakar Ahmad bin Muhammad bin Ishaq. Kitab ‘Amal al-Yaum wa al-Lailah. Beirut: Dar al-Ma’rifah.

Shalawat, Amalan Ringan Segudang Keistimewaan

Salah satu keistimewaan yang dimiliki oleh umat nabi Muhammad SAW adalah disyariatkannya shalawat kepada nabi Muhammad. Hal tersebut didasarkan pada perintah Allah yang diabadikan dalam Al-Qur’an Surat Al-Ahzab ayat 56:

اِنَّ اللّٰهَ وَمَلٰۤىِٕكَتَهٗ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّۗ يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk nabi. Wahai orang-orang yang beriman bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan” (QS. Al-Ahzab: 56)

Bentuk Pemuliaan

Tentu syariat ini tidaklah dimiliki oleh umat-umat sebelumnya. Bukan hanya perihal substansi dan kandungan shalawat yang begitu istimewa. Latar belakang disyariatkannya shalawat ini juga cukup istimewa. Dalam ayat tersebut Allah SWT sedang memuliakan dan mengagungkan Nabi Muhammad SAW. Imam Qadhi iyadh dalam kitab As-Syifâ Bita’rif Huquq al-Musthafa bahkan menuturkan bahwa para ulama telah bersepakat bahwa ayat ini merupakan bentuk pemuliaan Allah terhadap Nabi Muhammad SAW.

Bukan hanya itu. Menurut imam Al-Wahidi, penghormatan yang dilakukan oleh Allah terhadap Nabi Muhammad pada ayat di atas ternyata melebihi penghormatan Allah pada Nabi Adam. ketika memerintahkan malaikat untuk bersujud kepadanya. Hal ini dikarenakan ketika memerintahkan sujud kepada Nabi Adam, Allah hanya sekedar memerintahkan, tidak ikut bersama malaikat untuk bersujud. 

Hal ini tentu berbeda ketika Allah memberikan penghormatan kepada Nabi Muhammad SAW dengan pujian dan shalawat. Karena dalam perintah tersebut Allah bahkan memberi contoh untuk bershalawat kepada Nabi Muhammad sebelum memerintahkan umatnya untuk melakukan hal tersebut.

Hal lain yang membedakan antara pemuliaan Allah terhadap nabi Muhammad dan nabi Adam AS adalah penghormatan malaikat kepada Nabi Adam hanya dilakukan sekali, sedangkan kepada Nabi Muhammad SAW penghormatan itu abadi hingga hari kiamat. Hal ini bisa kita lihat dari penggunaan redaksi  يصلون menggunakan fiil mudhore’ yang menunjukkan waktu yang aktual. Bukan menggunakan fiil madhi yang menunjukkan arti lampau.

Pahala Berlipat

Selain itu, shalawat kalau dilihat dari sisi pahala yang didapatkan oleh seorang hamba juga sangat luar biasa. Di mana setiap orang yang membaca shalawat satu kali saja, maka Allah akan membalasnya dengan sepuluh kali shalawat. Hal ini berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim

مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً وَاحِدَةً صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ عَشْرًا

“Barangsiapa yang membaca shalawat kepadaku sekali, maka Allah akan membalasnya sepuluh kali” (HR. Muslim)

Sungguh walaupun amalan ini terbilang ringan dan remeh, akan tetapi Allah tidak main-main dalam memberikan balasan. Bagaimanapun satu shalawat dari Allah yang diberikan kepada manusia itu jauh lebih besar dari amal kebaikan dan ibadah manusia. Sebagaimana yang pernah dituturkan oleh Ibnu Athaillah As-Sakandari

“Seandainya di sepanjang hidupmu engkau beramal baik, lalu Allah memberi satu shalawat saja. Tentu satu shalawat itu lebih berat daripada semua amalmu Sebab engkau bershalawat tersebut sesuai kapasitasmu sebagai hamba, sedangkan Allah bershalawat sesuai dengan rububiyah-Nya (sifat ketuhanan)-Nya. Dan itu pun baru satu shalawat Bagaimana jika Allah bershalawat untukmu sepuluh kali senap ka engkau membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW satu kali saja.”

Atas dasar itulah tak heran jika shalawat merupakan syiar paling mudah dilakukan oleh semua orang Seperti yang pemah diungkapkan oleh Syekh Abul Abbas At-Tijani dalam Jawahirul Ma’ani:

وَلَا وَسِيلَةَ عِنْدَ اللهِ أَعْظَمُ نَفْعًا وَأَرْجَى فِى اسْتِجْلَابِ رِضَا الرَّبِّ عَنِ العَبْدِ فِى حَقِّ العَامَّةِ أَكْبَرُ مِنَ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِي

“Bagi orang awam, Tidak ada wasilah yang paling besar manfaatnya dan lebih prospek dalam meraih ridha Allah adalah kecuali shalawat pada Nabi Muhammad SAW”

Dan tidak perlu risau, karena pan salafus as-shalih banyak sekali yang menjadikan ini sebagai wirid atau kebiasaan Seperti halnya yang pernah diceritakan oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Malik dalam Khosois al-Ummah Muhammadiyah di mana Ibnu Mas’ud selalu mengingatkan koleganya agar jangan sampai lupa untuk membaca shalawat seribu kali setiap hari Jumat.