MPJ Ngaji (3): 5 Adab Tidur Versi Imam Ghozali

Yap, sudah masyhur bahwa tidur menjadi ibadah alternatif ketika sedang menjalani puasa. Namun bagaimanapun tidur tidak sekadar merebah kemudian sampai ke awang-awang. Tidur tetap ada adabnya. Nah, di MPJ Ngaji segmen ketiga ini, berikut kami paparkan adab tidur versi Imam Ghozali dalam Kitab al-Adabu Fiddin-nya:

1. يطهر قبل النوم (Bersuci sebelum tidur)

2. وينام على يمينه (Tidur dengan posisi miring kanan)

Dalam keterangan ulama-ulama lain, posisi tidur kepalanya berada di utara.

3. ويذكر اللّه عز وجل حتى يأخذه النوم (Dzikir kepada Allah Aza wajalla hingga benar-benar tertidur)

4. ويدعو اذا استيقظ (Berdo’a ketika bangun dari tidur)

Doanya sesuai dengan yang sudah masyhur,

الْحَمْدُ للهِ الَّذِى أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرُ

“Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepada-Nya lah kami kembali.”

5. ويحمد اللّه تعالى (Memuji Allah Swt. ketika bangun tidur)

Memuji kepada Allah ini sudah tertunaikan pasa doa nomor 4 di atas.

 

Oleh: Redaksi

MPJ Ngaji (2): 4 Adab Membaca Al-Qur’an Versi Imam Ghozali

Setelah sebelumnya membahas adab berpuasa, segmen kedua ini mari kita membahas empat adab membaca Al-Qur’an, salah satu ibadah yang harus sering kita lakukan di bulan Ramadan. Imam Ghozali dalam kitab al-Adabu Fiddin-nya memberi penjelasan berikut.

1. مداومة الوقار والحياء (Melanggengkan tenang dan malu)

Maksudnya membaca dengan keadaan khidmat, tenang dan malu.

2. مجانبة العًبًث والخناء (Menjauhi berdialog dan omongan yang tercela)

3. لزوم التواضت (Melanggengkan Tawadhu’)

4. والبكاء (Menangis)

Maksudnya ketika membaca Al-Qur’an dianjurkan untuk meresapi maknanya, mengingat-ingat dosa sehingga menangis. Rasulullah sendiri juga menganjurkan ketika membaca Al-Qur’an untuk menangis. Kalau tidak bisa minimal berpura-pura menangis. Tertuang dalam hadis,

إِنَّ هَذَا الْقُرْآنَ نَزَلَ بِحُزْنٍ فَإِذَا قَرَأْتُمُوهُ فَابْكُوا فَإِنْ لَمْ تَبْكُوا فَتَبَاكَوْا

“Sesungguhnya Al-Qur’an ini diturunkan dengan kesedihan, jika kalian membacanya, maka menangislah, dan jika tidak bisa menangis, maka pura-puralah untuk menangis.” ( Sunan Ibn Majah).

Keterangan di atas ini adalah adab. Tentu ketika membaca sambil membawa mushaf al-Qur’an harus dengan keadaan suci. Sekian semoga bermanfaat, wallahu a’lam.

 

Oleh: Redaksi

MPJ Ngaji (1): 6 Adab Puasa Versi Imam Ghozali

Manusia diciptakan untuk beribadah kepada Allah Swt. Perintah itu tertuang di dalam Al-Qur’an dan hadis Nabi Muhammad saw. Kemudian teknis hingga detail pelaksanaannya diatur sedemikian rupa oleh ulama. Salah satunya adalah Imam Ghozali, melalui Kitab al-Adabu Fiddin-nya, Beliau merumuskan adab-adab dalam menjalankan agama.

Untuk menemani bulan Ramadan tahun ini, dalam tema #MPJNgaji segmen #1 redaksi akan memamparkan adab-adab dalam beragama. Okey, kita mulai dengan adab menjalani ibadah puasa.

1. طيب الغداء (Makanan yang bagus)

Makanan yang bagus di sini tidak hanya zatnya saja, namun juga cara makanan yang diperoleh itu dengan cara yang halal dan baik.

2. ترك المِراء (Menghindari berdebat)

Berdebat selain menguras tenaga dan pikiran, ternyata juga terlarang. Seperti hadis Nabi,

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُؤْمِنُ الْعَبْدُ الْإِيمَانَ كُلَّهُ حَتَّى يَتْرُكَ الْكَذِبَ فِي الْمُزَاحَةِ وَيَتْرُكَ الْمِرَاءَ وَإِنْ كَانَ صَادِقًا

“Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, ‘seorang hamba tidak dikatakan beriman dengan sepenuhnya hingga ia meninggalkan berbohong ketika sedang bergurau, dan menghindari berdebat meskipun dia benar.'”

3. مُجانبة لغيبة (Menjauhi Ghibah)

4. رفض الكذب (Meninggalkan Berbohong)

5. ترك الأذى (Meninggalkan Menyakiti Orang Lain)

Ghibah, bohong dan menyakiti orang lain ini sudah menjadi dosa template ya guys, alias sudah dari sononya, ketika tidak puasa pun ya harus kita tinggalkan.

6. صون الجوارح عن القبئح (Menjaga Anggota Badan dari Segala Hal yang Kotor atau Keji)

Enam adab di atas apabila dilakukan, secara syariatnya tidak membatalkan puasa. Tapi alangkah baiknya tetap kita tinggalkan, supaya ibadah puasa kita sempurna, supaya tidak mendapat lapar dan haus doang, yekann. Oke sekian, semoga bermanfaat. Sampai bertemu di #MPJ_Ngaji Segmen selanjutnya.

 

Oleh: Redaksi