Gernas Ayo Mondok Gandeng MUI dan TvOne Cetak Santri Melek Digital

Gernas Ayo Mondok Gandeng MUI dan TvOne Cetak Santri Melek Digital

Gernas Ayo Mondok (Gerakan Nasional Ayo Mondok) terus menunjukkan komitmennya dalam menjawab tantangan zaman. Kali ini, Ayo Mondok menggandeng dua institusi besar, yakni Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan stasiun televisi nasional TvOne. Kolaborasi ini untuk melahirkan generasi santri yang tak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga cakap dalam literasi digital. Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya menciptakan pesantren ramah teknologi dan perkembangan zaman, tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisionalnya.

Kerja sama ini diawali dari pertemuan antara Ketua Harian Ayo Mondok, K.H. Zahrul Azhar Asumta atau Gus Hans, dengan Ketua Komisi Informasi dan Komunikasi MUI, K.H. Mabroer, serta Direktur Keuangan TvOne, Helmy Rizani Rifai. Pertemuan berlangsung di Kantor MUI pada Kamis (22/5), dan menghasilkan kesepakatan penting untuk membangun ekosistem pesantren yang ramah media digital.

“Santri tidak boleh hanya cakap mengaji, tapi juga harus siap menghadapi tantangan media multiplatform. Untuk itu, kami siapkan pelatihan jurnalistik. Mulai dari kemampuan menulis naskah, public speaking, hingga produksi konten yang layak tayang,” jelas Gus Hans, Sabtu (24/5/2025).

Pelatihan ini akan dikemas dalam semangat pesantren ramah digital, yang artinya tetap menjaga akar tradisi dan nilai adab, namun terbuka terhadap perkembangan media dan teknologi. Pesantren tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat belajar agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kompetensi santri yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Pesantren tidak lagi hanya dipandang sebagai tempat belajar agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan kompetensi santri yang relevan dengan kebutuhan zaman.

Program ini akan melibatkan berbagai pondok pesantren di Indonesia. Targetnya, membentuk tim santri kreatif yang mampu memproduksi konten televisi yang menarik dan edukatif. Tentu, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman serta kearifan lokal.

Menurut Gus Hans, ketiga pihak telah menyusun pembagian peran secara proporsional. TvOne akan mendampingi teknis produksi dan penayangan, MUI memperkuat narasi dakwah dan etika media. Sedangkan  Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok menjadi motor penggerak di lapangan serta penghubung ke jaringan pesantren.

Sebagai langkah awal, akan ada penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dari semua pihak. Penandatanganan ini akan dilakukan dalam rangkaian acara Muhalaqoh Nasional pada 28 Mei 2025 di Pondok Pesantren Al-Amien, Ngasinan, Kediri. Momen ini akan disaksikan langsung oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, serta para kyai dari berbagai daerah.

“InsyaAllah, kerja sama ini akan disahkan secara resmi dan disaksikan langsung oleh Raffi Ahmad dan para kyai yang sedang berhalaqoh. Termasuk Ketua Umum MUI KH Anwar Iskandar. Ini menjadi bukti bahwa pesantren dan santri adalah bagian penting dari masa depan bangsa,” pungkas Gus Hans.

Kolaborasi ini diharapkan memperkuat gerakan pesantren ramah media dan masyarakat. Pesantren tidak hanya terbuka terhadap perubahan, tetapi juga menjadi pionir dalam membangun narasi Islam yang sejuk, solutif, dan relevan melalui media massa.

Sebelumnya, Gernas Ayo Mondok juga menjalin kolaborasi dengan BKKBN Jawa Timur dalam mewujudkan cita-cita Indonesia bebas stunting, April lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *